Akhmad Sururi: MDT Menciptakan Generasi Hebat, Cerdas, dan Berakhlak

REBAN, BATANG — "Hari ini saya berbahagia karena bertemu dengan anak-anak yang hebat, cerdas, dan berakhlak. Hebat karena sesungguhnya santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang hari ini mengikuti ujian akhir betul-betul menjadi orang pilihan. Tidak semua anak mendapatkan kesempatan dan memiliki kemauan untuk belajar di MDT."

​Demikian disampaikan oleh Akhmad Sururi, Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, saat memberikan sambutan penutupan Ujian Bersama MDT Ula di wilayah Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Minggu, 11 Januari 2026.

​Menjadi Orang Baik Melalui Ilmu Agama

​Akhmad Sururi menegaskan bahwa Allah SWT memilih para santri yang belajar ilmu agama untuk menjadi kelompok orang-orang baik. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang baik, maka Allah akan berikan kepahaman tentang agama.”

​"Empat tahun belajar ilmu agama Islam di MDT Ula merupakan langkah dan proses nyata untuk menjadi pribadi yang hebat di dunia maupun di akhirat," jelas alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tersebut.

​Pentingnya Doa dan Adab kepada Guru

​Beliau berpesan agar para santri senantiasa menjaga hubungan batin dengan para guru mereka melalui doa. Meskipun setelah ujian ini santri akan lulus, ikatan spiritual antara guru dan murid harus tetap terpatri.

​"Sisipkanlah selalu doa untuk guru-guru kalian setelah salat lima waktu. Meskipun secara fisik berpisah, doa akan menjaga keberkahan ilmu yang telah kalian terima," pesannya.


​Menghindari Bullying dan Menjaga Akhlak

​Dalam kehidupan bermasyarakat, Akhmad Sururi menekankan pentingnya implementasi akhlakul karimah. Beliau mewanti-wanti para santri agar tidak melakukan tindakan perundungan (bullying) atau hal-hal yang menyakiti sesama teman.

​"Santri MDT harus menjadi suri teladan dalam pergaulan. Jangan sampai ada tindakan menyakiti sesama. Kecerdasan yang kalian miliki harus dibarengi dengan semangat untuk terus belajar. Jangan sampai terjadi lost learning atau putus belajar ilmu agama," tambah Sururi.

​Tradisi Ujian Menginap ala Pesantren

​Kegiatan Ujian Akhir Bersama MDT Ula ini dipusatkan di MWC NU Reban dan SMK NU Nusahada, Kecamatan Reban. Uniknya, seluruh peserta ujian diwajibkan menginap selama dua hari satu malam sebagai bentuk latihan awal menjalani kehidupan di pesantren. Selama kegiatan, para santri juga mengikuti salat berjamaah dan istigasah bersama.

​Acara penutupan dihadiri oleh Ketua DPC FKDT Kabupaten Batang H. Suwandi, pengurus DPAC FKDT Kecamatan Reban, para Kepala MDT, serta seluruh pengawas ujian.

Previous Post Next Post

ظ†ظ…ظˆط°ط¬ ط§ظ„ط§طھطµط§ظ„