Harlah ke-14 FKDT: Menjaga Harmoni, Memperkuat Sinergi

Oleh: Akhmad Sururi

(Wakil Sekretaris Jenderal DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah)

​Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dalam hitungan hari akan merayakan hari lahirnya yang ke-14 (14 April 2012 – 14 April 2026). Perayaan tahun ini akan dilaksanakan secara khidmat dan sederhana di Kantor DPP FKDT, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat. Namun, sebagai bentuk show of force semangat perjuangan, rangkaian perayaan juga akan diperkuat dengan Istigasah dan Apel Akbar Guru Madin se-Indonesia.

​Harlah ke-14 ini menjadi momentum krusial untuk merefleksikan peran strategis Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dalam membangun karakter umat. Mengangkat tema “Menjaga Harmoni, Memperkuat Sinergi”, FKDT mengajak seluruh elemen untuk mempererat koordinasi demi mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.

​Harmoni Internal sebagai Fondasi

​Menjaga harmoni kepengurusan, mulai dari tingkat DPP, DPW, DPC, hingga DPAC, adalah spirit utama kekuatan organisasi. FKDT bersama komunitas MDT merupakan pilar bangsa yang memiliki peran signifikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sulit membayangkan bagaimana kualitas akhlak generasi bangsa tanpa kehadiran MDT yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai religiusitas di Republik tercinta ini.

​Sebagai entitas yang bergerak di segmen pendidikan, menjaga harmoni dengan pemerintah adalah keniscayaan. Meskipun MDT lahir dan tumbuh secara mandiri dari rahim masyarakat, pemerintah sebagai regulator memiliki otoritas penting dalam memastikan pendidikan keagamaan memiliki daya kemajuan melalui kebijakan dan regulasi yang mendukung.

​Pesan Soliditas dari Ketua Umum

​Dalam berbagai kesempatan, Ketua Umum DPP FKDT, KH. Lukman Hakim, selalu menekankan pentingnya menjaga soliditas internal dan harmoni dengan pemerintah daerah setempat. Pesan ini bermakna mendalam: FKDT harus mampu berbagi peran dengan negara dalam memperkuat pendidikan karakter.

​Sinergisitas antara pemerintah dan kelompok masyarakat seperti FKDT adalah kunci. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kelembagaan, tetapi juga untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang betapa pentingnya pendidikan keagamaan sebagai fondasi masa depan.

​Sinergi dengan Pendidikan Formal dan Kebangsaan

​FKDT juga menyadari pentingnya membangun jalinan sinergi dengan lembaga pendidikan formal (SD/SMP). Mengingat murid MDT adalah mereka yang juga menempuh pendidikan formal di pagi hari, maka terbangunnya ekosistem pendidikan yang sinkron menjadi sangat penting agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara utuh.

​Dalam konteks bernegara, MDT telah terbukti sukses mencetak generasi yang mampu menjaga harmoni antara agama dan negara. Bagi FKDT, agama adalah ruh yang mewujudkan Indonesia yang damai dalam naungan Bhinneka Tunggal Ika. Kami menyadari betul bahwa keberagaman suku dan budaya di ribuan pulau ini dapat menyatu karena kekuatan ideologi kebangsaan dan harmoni yang terjaga kuat.

​Penutup: Langkah Konkret Menuju Mutu

​Melalui momentum Harlah ke-14 ini, diharapkan seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan senantiasa menjaga harmoni internal. Soliditas ini akan berdampak positif pada hubungan FKDT dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.

​Penguatan sinergitas ini harus dilanjutkan dengan langkah konkret, termasuk menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak demi peningkatan mutu pendidikan keagamaan di Indonesia. Mari kita jadikan Harlah ini sebagai titik tolak untuk mewujudkan generasi Indonesia yang hebat, unggul, dan berakhlakul karimah.

Previous Post Next Post

ظ†ظ…ظˆط°ط¬ ط§ظ„ط§طھطµط§ظ„