BREBES — Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Brebes untuk bersinergi membangun ekosistem pendidikan yang solid. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah formal, dan kelompok masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan penguatan pendidikan karakter di wilayah tersebut.
Hal itu ditegaskan Sururi usai menghadiri sidang Panitia Khusus (Pansus) membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penguatan Pendidikan Karakter di Ruang Komisi I DPRD Kabupaten Brebes, Senin (18/5/2026).
Korelasi Minimnya Pendidikan Agama dan Kriminalitas Remaja
Menurut Sururi, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) memiliki fungsi yang sangat signifikan dalam membentengi moralitas generasi muda. Berbagai fenomena kenakalan remaja hingga tindakan kriminalitas belakangan ini disinyalir kuat akibat dari minimnya bekal pendidikan agama.
Ia membeberkan data partisipasi santri di Kabupaten Brebes yang mengalami penurunan drastis seiring bertambahnya usia:
- Tingkat Awaliyah (MDTA): Tercatat sebanyak 57.135 murid aktif (menempuh pendidikan sore hari setelah sekolah dasar di SD/MI).
- Tingkat Wustha (MDTW): Partisipasi siswa SMP/MTs merosot tajam, tidak mencapai 10 persen.
- Tingkat Ulya (MDTU): Jumlah pelajar jenjang SMA/MA yang mengikuti pendidikan diniyah sangat minim.
"Semakin berkurangnya porsi pembelajaran ilmu agama di usia remaja berkorelasi langsung dengan maraknya fenomena negatif di lapangan, termasuk aksi tawuran dan kriminalitas jalanan," ungkap Sururi.
Soroti "Tujuh Kebiasaan" dan Optimalisasi Masjid
Sebagai Sekretaris PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Brebes, Sururi juga menyoroti implementasi "Tujuh Kebiasaan Menuju Indonesia Hebat", khususnya terkait pembiasaan beribadah yang dinilai belum berdampak signifikan di masyarakat.
"Faktanya, masjid dan mushala saat waktu shalat berjamaah, terutama Subuh, masih didominasi oleh warga yang sudah berumur tua. Anak-anak kita belum terlihat di sana. Di sinilah MDT mengambil peran penting karena waktu belajarnya di sore hari sangat strategis untuk membiasakan para santri shalat Ashar berjamaah," lanjutnya.
Ia pun mendorong adanya kemitraan yang erat antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah formal dengan para guru MDT guna mengawal program pembiasaan ini.
Sinergi Program Pesantren Ramadan
Di hadapan pimpinan Pansus dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes, Sururi menyampaikan bahwa dalam dua tahun terakhir FKDT telah sukses menginisiasi program Pesantren Ramadan di berbagai SD dan MI.
Ke depan, melalui payung hukum Raperda Penguatan Pendidikan Karakter ini, ia berharap program serupa dapat diintegrasikan secara menyeluruh lewat skema kemitraan formal dengan lembaga non-formal keagamaan.
Respons Dinas Pendidikan dan Komitmen Legislator
Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan dari Dindikpora Kabupaten Brebes, Nur Fauzan, menjelaskan bahwa poin kemitraan dan pembangunan ekosistem pendidikan tersebut sejatinya telah diakomodasi di dalam draf regulasi.
"Hal itu sudah termaktub dalam Raperda tentang Penguatan Pendidikan Karakter Pasal 9. Ranah Perda ini berada pada tataran normatif, dan nantinya secara teknis akan dijabarkan lebih detail melalui Peraturan Bupati (Perbup)," terang Nur Fauzan.
Sementara itu, Ketua Pansus 8 DPRD Brebes, H. Ghufron, S.Pd., menegaskan bahwa forum public hearing atau rapat dengar pendapat ini sengaja digelar guna menyerap masukan langsung dari para praktisi pendidikan dan ormas keagamaan.
"Kami selaku legislator hadir untuk memastikan produk hukum yang dilahirkan benar-benar memberikan kemaslahatan yang nyata bagi masyarakat luas," pungkas H. Ghufron.
Catatan Jalannya Forum:
Rapat dengar pendapat ini dipimpin langsung oleh jajaran legislatif dan eksekutif, serta dihadiri oleh:
- Sutaryono (Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes) beserta jajaran Kabid Dikdasmen.
- Nyai Nafisatul Khoiriyah (Anggota Pansus / Fraksi PKB).
- Khariroh (Anggota Pansus / Fraksi PDIP).
- Syafaat (Wakil Ketua Pansus).
- Perwakilan Bagian Hukum Setda Brebes.
- Delegasi organisasi profesi dan ormas, meliputi PC LP Ma'arif NU Kabupaten Brebes, Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Brebes, dan FKPP Kabupaten Brebes.