Gus Syaffa Hadir Secara Pribadi, Tutup Pesantren Ramadan 1447 H di SMAN 1 Bulakamba

BULAKAMBA, BREBES — Penutupan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H / 2026 M di SMAN 1 Bulakamba berlangsung istimewa. Agenda yang telah berjalan selama tujuh hari tersebut ditutup secara resmi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, KH. Musyaffa, Lc. (Gus Syaffa), Selasa, 10 Maret 2026.

​Kehadiran Gus Syaffa di Aula KH Soleh Darat disambut antusias oleh para peserta. Dalam sapaan akrabnya, beliau memuji potensi para siswa SMAN 1 Bulakamba sebagai generasi yang cerdas dan hebat, didukung dengan fasilitas pendidikan yang mumpuni.

​"Saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan siswa SMAN 1 Bulakamba. Kalian adalah anak-anak pilihan yang belajar di sekolah dengan keunggulan sarana dan prasarana yang sangat baik," ujar Gus Syaffa mengawali sambutannya.

​Edukasi Fikih hingga Bahaya Narkoba

​Dalam sesi tersebut, Gus Syaffa memberikan apresiasi kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan seputar materi fikih, zakat, hingga bahaya narkoba. Sebagai bentuk motivasi, beliau memberikan hadiah langsung kepada para siswa yang menjawab dengan benar.

​Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah Tegalgandu tersebut juga memberikan pendalaman mengenai fikih perempuan serta ketentuan puasa. Sebagai alumnus Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri, Gus Syaffa menjelaskan secara gamblang mengenai spiritualitas puasa yang memiliki dimensi mendalam bagi kemanusiaan.

​Sinergi Lintas Sektoral

​Kepala SMAN 1 Bulakamba, Ibu Indon Roidah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pesantren Ramadan Center (PRC)—yang merupakan kolaborasi antara DPC FKDT, IPARI, dan PD DMI Kabupaten Brebes—atas terselenggaranya kegiatan ini.

​Kesan istimewa dalam penutupan ini juga bertambah dengan kehadiran:

  • Bapak Kunarto (Ketua BNN Kota Tegal) yang memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba bagi remaja.
  • H. Nur Sidik (Pimpinan Baznas Kabupaten Brebes) yang memaparkan materi mengenai pengelolaan zakat dan infak.

​Kurikulum Komprehensif Selama Tujuh Hari

​Selama satu minggu penuh, para siswa tidak hanya menerima materi keagamaan dasar seperti Fikih Ibadah, Fikih Wanita, Tauhid, Akhlak, dan Tadarus Al-Qur'an. Tim PRC juga menyisipkan materi pengayaan yang relevan dengan tantangan zaman, di antaranya:

  • Ekoteologi (Kesadaran Lingkungan dalam Agama).
  • Moderasi Beragama.
  • Sosialisasi Bahaya Narkoba.
  • Gerakan Pelajar Gemar Berinfak.

​Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan kepedulian sosial.

Previous Post Next Post

ظ†ظ…ظˆط°ط¬ ط§ظ„ط§طھطµط§ظ„