JAKARTA — Di tengah masifnya digitalisasi pendidikan, pembelajaran ilmu agama Islam dinilai tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sistem daring (online). Interaksi langsung antara guru dan murid tetap menjadi esensi utama dalam proses transfer ilmu dan nilai-nilai spiritual.
Hal tersebut ditegaskan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag (mengacu pada pejabat terkini yang mewakili Dirjen Pendis), dalam sambutan daringnya pada acara Tasyakuran Harlah ke-14 Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Senin, 13 April 2026.
MDT sebagai Lembaga Pendidikan Genuine
Berbicara di hadapan pengurus DPP FKDT di Jakarta serta peserta daring dari seluruh Indonesia, beliau menegaskan bahwa Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) adalah lembaga pendidikan genuine yang lahir dan tumbuh dari kebutuhan masyarakat Indonesia akan pendidikan karakter.
"Pembelajaran ilmu agama membutuhkan praktik langsung di hadapan guru. Di era digital ini, meskipun teknologi memungkinkan belajar secara daring, namun kedalaman ilmu agama tetap memerlukan tatap muka langsung bersama guru MDT. Ini adalah kebutuhan mutlak," tegasnya.
Beliau juga mengapresiasi peran FKDT yang konsisten menjadi garda terdepan dalam memperkuat eksistensi MDT, termasuk sikap kritis organisasi terhadap kebijakan yang berpotensi menggerus jam belajar agama di madrasah diniyah.
Sorotan pada Kesejahteraan Guru MDT
Isu kesejahteraan guru MDT menjadi perhatian khusus dalam forum tersebut. Menanggapi aspirasi Ketua Umum DPP FKDT, KH. Lukman Hakim, mengenai honor guru MDT yang masih di angka Rp100 ribu per bulan di beberapa daerah, pihak Kemenag menyatakan keprihatinannya.
Diharapkan, dengan adanya struktur baru yang lebih fokus menangani pesantren dan diniyah, alokasi anggaran untuk guru MDT dapat ditingkatkan. Mengingat, jumlah guru diniyah mencakup separuh lebih dari total guru di bawah naungan madrasah formal, namun beban amanah dalam mencetak generasi berakhlak sangatlah besar.
Kehadiran Tokoh dan Pengurus
Acara tasyakuran yang berlangsung di Kantor Sekretariat DPP FKDT, Jl. Salemba Tengah, Jakarta Pusat, ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
- Dr. H. Sidik Sisdiyanto (Kepala Pusat Perbukuan Agama dan Literasi Keagamaan Kemenag RI / Pembina DPP FKDT).
- H. Idy Muzayyad, M.Si (Komisioner Baznas RI / Dewan Pembina DPP FKDT).
- H. Agus Salim Thoyib (Sekjen DPP FKDT).
- H. Atep Abd Ghofar (Bendahara Umum DPP FKDT).
Selain jajaran dewan harian pusat, hadir pula secara luring perwakilan DPC FKDT dari wilayah Jawa Barat seperti Kabupaten Bogor. Sementara melalui ruang virtual, hadir pengurus DPW FKDT dari Jawa Tengah, Lampung, serta berbagai wilayah di luar Jawa dan DPC FKDT se-Indonesia bersama ribuan guru MDT.