Kakanwil Kemenag Jateng: Penguatan Data dan Kurikulum Anti-Gadget Menjadi Prioritas MDT

UNGARAN — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, M.A., menegaskan bahwa kekuatan data dan inovasi kurikulum adalah kunci utama bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) untuk menguasai peradaban di era digital.

​Hal tersebut disampaikan beliau dalam sambutan pembinaan pada acara Tasyakuran Harlah ke-14 Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang diselenggarakan oleh DPW FKDT Jawa Tengah di Aula Pendopo Kantor DPW FKDT Jateng, Desa Nyatnyono, Ungaran Barat, Kamis (23/4/2026).

​Data Sebagai Instrumen Kekuatan Peradaban

​Di hadapan pengurus FKDT Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Saiful Mujab menekankan bahwa di era sekarang, data adalah instrumen vital dalam menentukan kebijakan. Ia meminta FKDT di semua tingkatan mulai membenahi pendataan internal secara maksimal.

​"Jika kita ingin menguasai peradaban, kita harus memiliki kekuatan data. Data internal di lingkungan FKDT, mulai dari struktur kepengurusan, jumlah lembaga, profil SDM guru, hingga database santri harus akurat. Data yang valid akan mempermudah perencanaan dan penentuan kebijakan strategis ke depan," tegas Saiful Mujab.

​Transformasi Regulasi dan Tantangan Administrasi

​Menyinggung terbitnya Keppres mengenai Dirjen Pesantren, Saiful Mujab mengingatkan bahwa peningkatan level regulasi ini menuntut kesiapan administratif yang lebih matang.

​"Hadirnya Dirjen Pesantren memposisikan tata kelola pesantren dan diniyah setara dengan Dirjen Pendis. Kita harus banyak berbenah. Kelemahan kita seringkali ada pada aspek administrasi, maka seiring penguatan regulasi ini, tertib administrasi menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar," imbuhnya.

​Solusi Kecanduan Gadget melalui MDT

​Satu poin menarik yang disoroti adalah peran MDT dalam membentengi anak-anak dari dampak negatif teknologi. Alumni PGAN Pekalongan ini mengharapkan adanya rumusan kurikulum lokal yang menyenangkan guna mengatasi kecanduan gadget pada anak-anak.

​"Pesantren untuk penyembuhan narkoba sudah ada, namun metode untuk menyembuhkan kecanduan gadget sampai hari ini masih kita cari rumusan terbaiknya. MDT harus hadir dengan metode pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak betah dan karakter akhlakul karimah mereka terbangun kuat," pungkasnya.


​Restu dan Dukungan Tokoh

​Acara ini kian bermakna dengan kehadiran KH. Ubaidillah Shodaqoh (Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah) yang memberikan mauidzah hasanah. Beliau menandaskan bahwa MDT sejatinya memiliki ruh yang sama dengan pesantren, di mana guru dapat mengawasi perkembangan santri secara langsung di lingkungan masyarakat.

​Turut hadir mendampingi Kakanwil:

  • Dr. H. Fatkhuronji (Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng).
  • H. Zahid Hasani / Gus Zahid (Sekretaris DPW FKDT Jateng / Kepala Kantor Kemenag Purbalingga).
  • Kiai Abdul Rohman (Ketua DPW FKDT Jawa Tengah).
  • ​Perwakilan dari Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Semarang.
Previous Post Next Post

ظ†ظ…ظˆط°ط¬ ط§ظ„ط§طھطµط§ظ„