JAKARTA — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II DPP FKDT yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Hotel Bidakara resmi ditutup. Sebagai langkah taktis menindaklanjuti usulan insentif guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sebesar Rp1 juta dari APBN, Ketua Umum DPP FKDT, KH. Lukman Hakim, M.Si., menginstruksikan gerakan pendataan nasional secara masif dan valid.
Kiai Lukman menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin mengalokasikan anggaran tanpa adanya basis data penerima yang jelas dan akurat.
Alur Pendataan Berjenjang (Bottom-Up)
Guna menyukseskan validasi data ini, Ketua Umum meminta seluruh Ketua DPW FKDT Provinsi se-Indonesia untuk mengoordinasikan pendataan secara berjenjang dari tingkat paling bawah:
[MDT Desa/Kelurahan]
──> [DPAC Kecamatan]
──> [DPC Kabupaten/Kota]
──> [DPW Provinsi]
──> [DPP Nasional]
- Tingkat Desa: Setiap lembaga MDT menyetorkan data riil guru mereka.
- Tingkat Kecamatan (DPAC): Menghimpun dan memverifikasi data dari seluruh desa.
- Tingkat Kabupaten/Kota (DPC): Melakukan rekapitulasi data kecamatan.
- Tingkat Provinsi (DPW): Mengawal dan mengonsolidasikan data daerah sebelum diserahkan ke pusat.
Data Sebagai Amunisi Diplomasi Anggaran
Dalam sambutan penutupannya, Kiai Lukman yang juga merupakan Wakil Sekjen PBNU ini mengingatkan bahwa akurasi data adalah harga mati dalam melakukan lobi politik anggaran dengan para pengambil keputusan.
"Saya meminta seluruh DPW FKDT se-Indonesia menyukseskan pendataan guru MDT ini secara valid. Data ini akan menjadi database pokok pendukung (amunisi) saat kita melakukan audiensi atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII dan Komisi X DPR RI. Berbicara di hadapan pengambil kebijakan harus berbasis data; tanpa data yang valid, perjuangan anggaran tidak akan berdampak," tegas KH. Lukman Hakim.
Beliau kembali menegaskan komitmennya untuk tidak akan pernah lelah memperjuangkan kesejahteraan guru Madin di Indonesia. Impian besar tersebut selalu beliau suarakan, baik langsung di hadapan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., maupun kepada para kepala daerah di seluruh pelosok Nusantara yang beliau kunjungi.
Untuk mendukung perjuangan lahiriah ini, Kiai Lukman juga mengetuk pintu langit dengan meminta seluruh ustaz dan guru MDT se-Indonesia agar konsisten mendoakan para pemimpin bangsa—baik di tingkat pusat maupun daerah—agar senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan kepekaan nurani untuk berpihak pada kesejahteraan pendidik keagamaan.
Agenda Strategis Lain: Porsadin Nasional dan Kaderisasi
Selain isu sentral kesejahteraan dan pendataan guru, Rapimnas DPP FKDT 2026 juga melahirkan dua keputusan strategis organisasi:
- Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (Porsadin) Tingkat Nasional: Resmi disepakati akan diselenggarakan di Jakarta sebagai tuan rumah.
- Pendidikan Kader Penggerak FKDT: Program kaderisasi ini akan segera dilaksanakan secara terstruktur untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan dan ideologi para pengurus FKDT di semua tingkatan.