WANASARI, BREBES — Kabar duka mendalam menyelimuti masyarakat Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Salah seorang tokoh agama yang juga pendidik di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) As Salafiyah Jagalempeni, Ustadz Susilo, berpulang ke rahmatullah pada Senin, 27 Juli 2026 (11 Safar 1448 H) dini hari usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada usia 42 tahun setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya selama kurang lebih enam bulan terakhir. Kendati demikian, dalam ingatan para sahabat dan santri, almarhum adalah sosok teguh yang tidak pernah mengeluh. Setiap kali bertegur sapa, wajahnya selalu memancarkan kesejukan, keceriaan, dan ketulusan.
Khidmah Tanpa Lelah untuk Masyarakat dan Keagamaan
Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, menyampaikan belasungkawa dan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Ustadz Susilo. Di mata masyarakat Jagalempeni, almarhum dikenal sebagai pilar keagamaan yang sangat aktif membina majelis taklim dan jami'iyyah warga.
Kiprah sosial-keagamaan almarhum terhitung sangat luas:
- Ketua DKM Masjid Jami' At-Taqwa Desa Jagalempeni.
- Ketua Pengurus Makam Desa Jagalempeni.
- Pengurus Lembaga Desa Bidang Keagamaan di Pemerintah Desa Jagalempeni.
- Pengurus Lembaga Dakwah PC HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Lirboyo) Kabupaten Brebes.
- Rais Syuriyah PRNU Desa Jagalempeni.
"Kiprah dan dedikasi almarhum di tengah-tengah masyarakat sangat nyata dirasakan. Kepergian beliau hari ini menjadi duka dan rasa kehilangan yang sangat besar bagi warga Jagalempeni dan komunitas pendidik keagamaan di Brebes," ungkap Akhmad Sururi.
Kenangan Teman Seperjuangan Alumni Lirboyo
Sebagai sesama alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Akhmad Sururi mengenang Ustadz Susilo sebagai sosok yang sangat mengagungkan tradisi ikramud duyuf (penghormatan kepada tamu). Sikapnya yang ramah dan hangat membuat siapa saja yang berkunjung ke kediamannya merasa sangat dihormati.
Kedekatan almarhum dengan warga melalui ceramah-ceramah keagamaan yang menyejukkan juga menjadi magnet tersendiri. Berkat keteladanan akhlak dan dakwah beliau yang merakyat, banyak warga masyarakat yang tergerak dan mantap untuk memondokkan anak-anak mereka ke Pondok Pesantren Lirboyo.
Di ranah ke-NU-an, almarhum selalu menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Selain aktif di jalur struktural sebagai Rais Syuriyah Ranting, almarhum juga menjadi penggerak utama amaliyah kultural warga Nahdliyin, mulai dari kegiatan tahlilan, manaqiban, hingga tradisi keagamaan lokal lainnya.
"Selamat jalan sahabat, pejuang Al-Qur'an dan pemakmur masjid. Semoga seluruh amal ibadah, dedikasi mengajar, dan khidmah almarhum diterima Allah, diampuni segala kekhilafannya, serta ditempatkan di tempat terbaik di taman surga-Nya. Lahul Faatihah..."