WANASARI, BREBES — Majelis silaturahmi rutinan Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Wanasari kembali digelar penuh kehangatan. Mengawali kegiatan di kediaman Ustadz Solehudin, Desa Siwungkuk, Sabtu malam Ahad (8/8/2026), Ketua PAC HIMASAL Wanasari, Akhmad Sururi, menggarisbawahi pentingnya merawat konsistensi kumpul-kumpul alumni sebagai wujud sami'na wa atha'na atas dawuh Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Al-Mukarram KH. A. Anwar Manshur.
"Ojo bosen-bosen ngajak konco alumni kumpul-kumpul, masio kumpul thok iku yo ono barokahe."
— KH. A. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri)
Memetik dawuh tersebut, Sururi menegaskan bahwa rutinan Ahad Pon bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan ruang pengisian ulang energi spiritual (cas rohani) bagi para alumni yang sehari-hari berkhidmat di tengah masyarakat.
Merawat Ikatan Ruhani dan Husnudzan
Alumni Lirboyo angkatan tahun 2000 ini memaparkan bahwa keberkahan majelis HIMASAL hadir secara bertumpuk-tumpuk. Selain menjadi sarana muwajahah (bertatap muka), majelis diisi dengan pembacaan Kitab Jausan dan Dhalailul Khairat secara berjamaah.
"Di majelis ini kita bisa merasakan pancaran keberkahan dari para sahabat alumni, khususnya mereka yang saat menimba ilmu di Kediri sangat dekat dengan para kiai. Pertemuan ini juga menjadi media saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran (watawashau bil haqqi watawashau bish-shabr) sebagaimana amanat Surah Al-'Ashr," ujar Sururi.
Ia menambahkan, perjumpaan fisik secara berkala sangat efektif membentengi alumni dari kesalahpahaman dan disinformasi.
"Dengan rutin bertatap muka, akan terbangun ikatan husnudzan (berbaik sangka) yang kuat sesama alumni. Kita tidak mudah terpengaruh oleh isu atau kabar burung yang belum tentu sesuai dengan fakta di lapangan," imbuh Ketua PAC HIMASAL Wanasari.
Empat Buah Ibadah dari Penasihat PC HIMASAL
Melengkapi atmosfer keilmuan dalam majelis tersebut, Penasihat PC HIMASAL Kabupaten Brebes, KH. Makdhori, menyampaikan untaian hikmah dari nasihat para ulama salaf. Beliau memaparkan bahwa orang yang tekun dan istikamah dalam beribadah akan memetik empat buah keutamaan:
- Selalu Husnudzan: Senantiasa berbaik sangka kepada Allah SWT dan seluruh makhluk-Nya.
- Zuhud: Mampu menata hati agar tidak terikat oleh kesenangan duniawi yang fana.
- Qana'ah: Merasa cukup dan rida atas setiap ketetapan serta rezeki yang dialokasikan Allah.
- Bersyukur: Senantiasa mengagungkan nikmat Allah dalam setiap keadaan.
Pertemuan rutin Ahad Pon tersebut berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan para masyayikh Lirboyo, ketenteraman bangsa, serta kelancaran khidmah para alumni di wilayah Kecamatan Wanasari.