Ketua IPARI Brebes Inisiasi "Pesantren Ramadan Center" untuk Pelajar
BREBES — Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Brebes, KH. Mu'min Syafiq, Lc., menginisiasi pembentukan Pesantren Ramadan Center. Program ini bertujuan menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan di lingkungan pendidikan formal di seluruh Kabupaten Brebes sebagai wujud keterpanggilan nurani dalam memberikan pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin.
Kegiatan ini hadir sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter keagamaan sekaligus menjadi benteng bagi generasi pelajar dari pengaruh paham ekstrem.
Memperkuat Moderasi Beragama
"Kita harus hadir bagi bangsa, khususnya komunitas pelajar, untuk memberikan pemahaman Islam yang moderat. Moderasi beragama adalah sikap yang wajib dimiliki generasi muda agar tidak terpengaruh paham ekstrem kanan maupun kiri," ujar KH. Mu'min Syafiq.
Beliau menyoroti hasil survei yang menunjukkan peningkatan sikap intoleransi di kalangan pelajar. Oleh karena itu, Pesantren Ramadan Center menjadi ikhtiar nyata untuk mencegah tindakan intoleransi dan radikalisme agama di sekolah-sekolah formal.
Kolaborasi Strategis IPARI, DMI, dan FKDT
Dalam menggerakkan program ini, KH. Mu'min Syafiq menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan generasi yang berakhlak mulia dan religius.
Saat ini, IPARI telah mengonsolidasikan para penyuluh agama di wilayah Kecamatan Brebes, Wanasari, dan Bulakamba sebagai langkah awal. Sebagai garda terdepan, penyuluh memiliki tugas menyampaikan pesan keagamaan yang damai dan toleran kepada masyarakat, termasuk pelajar.
Sinkronisasi dengan Program Pemerintah
KH. Mu'min Syafiq menambahkan bahwa program ini sejalan dengan agenda Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengenai "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", yang salah satunya adalah kebiasaan beribadah.
"Pesantren Ramadan Center akan memperkuat kebiasaan ibadah siswa yang dibekali dengan ilmu pengetahuan. Internalisasi nilai ibadah dalam jiwa pelajar akan menjaga mereka dari tindakan kriminalitas dan perilaku amoral," jelas pengasuh pengajian rutin di Masjid Agung Brebes tersebut.
Langkah Koordinasi Lanjut
Tim Pesantren Ramadan Center yang terdiri dari unsur Penyuluh Kemenag, DMI, dan FKDT ini akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, khususnya Kasi PAIS, serta pihak kepala sekolah di berbagai jenjang pendidikan formal.
"Kami sudah sepakat untuk bergerak. Dalam waktu dekat, koordinasi dengan lembaga pendidikan formal yang menjadi sasaran program akan segera dilaksanakan," pungkas KH. Mu'min Syafiq.