WANASARI, BREBES — Sekretaris Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, melepas secara resmi pawai takbir keliling yang diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Jami Baiturrohim Jagalempeni Selatan, Kecamatan Wanasari, Jumat malam, 21 Maret 2026 (1 Syawal 1447 H).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman masjid tersebut diikuti dengan antusias oleh ratusan warga. Dalam sambutannya, Akhmad Sururi menegaskan bahwa gema takbir yang berkumandang merupakan simbol kemenangan umat Islam setelah berjuang menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
"Malam ini adalah malam kemenangan bagi kita semua. Gema takbir yang bersahutan menjadi pertanda berakhirnya bulan Ramadan. Pemerintah telah resmi menetapkan 1 Syawal jatuh pada malam ini, maka mari kita sambut dengan rasa syukur yang mendalam," ujar Akhmad Sururi di hadapan para peserta pawai.
Momentum Syukur dan Magfirah
Sururi menambahkan bahwa takbir keliling ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ekspresi kegembiraan karena telah melewati bulan Ramadan yang penuh ampunan (maghfirah).
"Semoga ibadah kita diterima dan kita semua mendapatkan ampunan serta dijauhkan dari api neraka," imbuhnya.
Pelepasan peserta secara simbolis ditandai dengan pemukulan bedug yang diiringi kumandang takbir oleh H. Akhmad Junaidi selaku Penasihat Masjid Jami Baiturrohim. Turut mendampingi dalam prosesi tersebut Ketua Tamir Masjid H. Mansur Amin dan perwakilan tokoh masyarakat H. Ali Masykur.
Syiar Islam di Malam Idulfitri
Ketua Panitia, Mas Guntur (Gugun), menjelaskan bahwa takbir keliling ini merupakan kolaborasi antara pengurus masjid dan musala se-Jagalempeni Selatan. Menurutnya, kegiatan ini adalah bentuk syiar Islam untuk menghidupkan suasana malam hari raya.
"Meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, alhamdulillah peserta sangat antusias dan kompak. Ini adalah wujud kebersamaan warga dalam mensyiarkan malam takbiran melalui gema takbir keliling," pungkas Gugun.