Sekretaris PD DMI Brebes: Masjid Harus Jadi Pemersatu Umat dan Pusat Peradaban

WANASARI, BREBES — Momentum peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Jami Baiturrohim Jagalempeni Selatan, Kecamatan Wanasari, menjadi simbol kuat persatuan umat. Kehadiran para tokoh agama dari berbagai wilayah dalam satu majelis menunjukkan peran vital masjid sebagai perekat ukhuwah.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, dalam sambutannya pada kegiatan Pengajian Nuzulul Qur'an, Senin malam, 15 Maret 2026 (27 Ramadan 1447 H).

​Menghidupkan Ruh Masjid melalui Imarah

​Sekretaris MWC NU Wanasari ini mengajak jemaah untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap masjid. Menurutnya, memakmurkan masjid (imarah) tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik yang megah, tetapi harus menyentuh aspek kegiatan yang bermanfaat bagi umat.

​"Ibarat manusia yang memiliki jasad dan ruh, masjid pun memiliki komponen fisik dan kegiatan sebagai nyawanya. Kita bersyukur Masjid Jami Baiturrohim memiliki bangunan yang megah, namun yang lebih utama adalah menjadikannya pusat peradaban masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial," tutur Akhmad Sururi.

​Sinergi Kolektif Mencetak Generasi Berakhlak

​Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo ini juga menekankan bahwa pembentukan generasi yang hebat dan berakhlak tidak bisa hanya mengandalkan peran orang tua di rumah. Dibutuhkan sinergi antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah desa untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

​Di sisi lain, Sururi menyatakan keprihatinannya terhadap ketergantungan generasi muda pada gawai (handphone). Ia memberikan komparasi dengan negara Finlandia yang penduduknya mulai membatasi penggunaan gawai pada anak dan beralih meningkatkan budaya literasi atau membaca.

​"Sebagai orang tua yang bijak, kita harus mampu membatasi aktivitas anak dengan HP. Kita ingin generasi kita lebih banyak membaca dan mendalami ilmu," imbuhnya.


​Kekuatan Gotong Royong dan Silaturahmi

​Sururi memuji semangat keguyuban warga Jagalempeni Selatan, yang terbukti dari keberhasilan membebaskan lahan di depan masjid serta rutinnya penyelenggaraan pengajian. Ia mengingatkan bahwa kekuatan agama di wilayah ini terletak pada kedermawanan dan kerukunan pengurusnya.

​Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjaga silaturahmi, terutama menjelang malam Lailatulqadar. "Malaikat tidak akan memasuki rumah orang yang memutuskan tali persaudaraan. Mari kita jaga ukhuwah ini untuk membangun peradaban umat yang lebih baik," pungkasnya.

​Kehadiran Tokoh Masyarakat

​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan KH. Misbahudin sebagai pembicara utama (mubalig). Turut hadir dalam acara tersebut:

  • Akhmad Tajudin (Kepala Desa Jagalempeni).
  • Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah NU Ranting Jagalempeni Selatan.
  • ​Tokoh masyarakat dan pengurus masjid setempat.
Previous Post Next Post

ظ†ظ…ظˆط°ط¬ ط§ظ„ط§طھطµط§ظ„