Oleh: Akhmad Sururi
(Sekretaris DMI Kab. Brebes)
Ada kisah inspiratif yang mengemuka pada perhelatan Pelantikan Pimpinan Daerah Perhimpunan Remaja Masjid (PD PRIMA) Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Brebes di Gedung GOW Brebes, Senin (10/8/2026). Di hadapan puluhan remaja masjid yang dilantik, Dewan Pakar PD PRIMA Kabupaten Brebes, H. Musyaffa, Lc., menyampaikan narasi tentang keberanian seorang pemuda asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemuda tersebut adalah Adriano Jeconia Padama (Dede), mahasiswa baru Fisip Universitas Diponegoro (Undip). Dengan lantang dan tanpa ragu, Dede menyuarakan jeritan masyarakat daerahnya terkait melonjaknya harga beras di hadapan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat kunjungan kerja di Semarang.
Aksi berani pemuda Alor tersebut berbuah manis: Menteri Pertanian terbang langsung ke lapangan dan menginstruksikan Bulog setempat untuk mendistribusikan beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional. Satu vokal pemuda mampu memberi dampak nyata bagi hajat hidup masyarakat satu kabupaten.
Sensitivitas Sosial Remaja Masjid
Kisah Adriano Jeconia Padama menjadi cermin bagi eksistensi PD PRIMA DMI Kabupaten Brebes. Pergerakan pemuda idealnya tidak terisolasi dalam ruang hampa, melainkan memiliki sensitivitas tinggi terhadap problem riil masyarakat sekitar, lalu berani mengomunikasikannya kepada pengambil kebijakan.
Sebagai badan otonom di bawah naungan Dewan Masjid Indonesia, PD PRIMA memegang peran strategis sebagai motor penggerak sosial-keagamaan berbasis masjid. Di wadah inilah dialektika antara nilai-nilai keagamaan (ke-masjid-an) dan tanggung jawab kebangsaan (statehood) dipertemukan. Agama dan negara ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi: negara membutuhkan fondasi moral orang beragama, sementara umat beragama memerlukan jaminan negara untuk menjalankan syariat dan kehidupan yang sejahtera.
Transformasi Fungsi Masjid: Dari Ritual ke Sosial
Di tengah terpaan dinamika global, kader-kader muda PRIMA dituntut memiliki fondasi mental-spiritual yang kokoh sekaligus kompetensi zaman yang relevan. Penguatan potensi keumatan—baik di sektor dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga budaya—harus diletakkan di atas spirit keislaman yang menyejukkan.
Pemuda masjid harus hadir untuk mendefinisikan ulang peran masjid:
Reorientasi Peran Remaja Masjid:
- Melampaui Ibadah Ritual: Tidak hanya meramaikan shalat jamaah atau shalat Jumat, tetapi menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat peradaban sosial.
- Pusat Pemberdayaan: Menjadikan masjid sebagai tempat lahirnya gagasan kemanusiaan, advokasi sosial, dan literasi kepemudaan.
- Sinergi Antar-Lembaga: Mengalaborasikan potensi pemuda masjid dengan program-program strategis instansi pemerintah maupun swasta.
Memakmurkan Masjid, Dimakmurkan Masjid
Tantangan terbesar PD PRIMA DMI Kabupaten Brebes ke depan adalah merangkul jaringan remaja masjid di seluruh pelosok desa agar bergerak dalam satu irama: memakmurkan masjid untuk memakmurkan umat.
Melalui gerak kolaboratif dan kepekaan sosial yang diasah dari Mimbar Masjid, kader PRIMA Brebes diproyeksikan tidak hanya lahir sebagai aktivis keagamaan, melainkan juga pionir perubahan sosial yang memberi manfaat konkrit bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.